pose bersama di sela kuliah

pose bersama di sela kuliah
kuliah kv

adil

adil
kuliah kv

jujur

jujur
kuliah kv

Rabu, 19 Mei 2010

KEPERAWATAN ASD

LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ATRIAL SEPTAL DEFEK (ASD)


I. Pengertian
Defek Septum Atrium (ASD) adalah adanya hubungan (lubang abnormal) pada sekat yang memisahkan atrium kanan dan atrium kiri. (Buku Ajar Kardiologi: FKUI 2003)
Tipe ASD :
• Ostium primum (ASD 1), letak lubang di bagian bawah septum,mungkin disertai kelainan katup Mitral.
• Ostium Sekundum (ASD 2), lubang berada ditengah septum.
• Sinus Venosus Defek, lubang berada diantara vena cava Superior dan atrium kanan .
Gangguan Hemodinamik:
Tekanan di Atrium kiri lebih tinggi dari pada tekanan diatrium atrium kanan sehingga memungkinkan darah dari atrium kiri mengalir ke atrium kanan.
Manifestasi:
• Bising sistolik tipe ejeksi di daerah di daerah sela iga dua/tiga pinggir sternum kiri.
• Dispnea
• Aritmia
Komplikasi:
• Gagal jantung
• Panyakit pembuluh darah paru
• Endokarditis
• Aritmia
Pengobatan :
• Pembedahan penutupan defek

II. Pengkajian
Riwayat keperawatan : respon fisiologis terhadap defek (sianosis, aktivitas terbatas).
• Kaji adanya tanda-tanda gagal jantung, napas cepat, sesak, retraksi dada, bunyi jantung tambahan (machinery murmur), edema tungkai, hepatomegali.
• Kaji adanya hipoksi kronis: Clubbing finger.
• Kaji adanya hiperemia pada ujung jari.
• Kaji pola makan, pola pertambahan berat badan.
• Pengkajian psikososial : usia anak, tugas perkembngan anak, koping yang digunakan, kebiasaan anak, respon keluarga terhadap penyakit anak.

III. Diagnosa keperawatan.
1. Resiko tinggi penurunan curah jantung b.d defek struktur
2. Intoleransi aktivitas b.d gangguan transport oksigen
3. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan b.d ketidakadekuatan oksigen dan nutrient pada jaringan isolasi sosial
4. Resiko tinggi infeksi b.d status fisik yang lemah
5. Resiko tinggi cedera (komplikasi) b.d kondisi jantung dan terapi
6. Perubahan proses keluarga b.d mempunyai anak dengan penyakit jantung (ASD)


IV. Rencana Intervensi.
1. Resiko tinggi penurunan curah jantung b.d defek struktur
Tujuan :
Klien akan menunjukkan perbaikan curah jantung
Kriteria Hasil :
a. Frekuensi jantung, tekanan darah, dan perfusi perifer berada pada batas normal sesuai usia
b. Keluaran urine adekuat (antara 0,5 – 2 ml/kgBB, bergantung pada usia)
Intervensi keperawatan/rasional :
a. Beri digoksin sesuai program, dengan membuat kewaspadaan yang dibuat untuk mencegah toxisitas.
b. Beri obat penurun afterload sesuai program
c. Beri diuretik sesuai program

2. Intoleransi aktivitas b.d gangguan transport oksigen
Tujuan :
Klien mempertahankan tingkat energi yang adekuat tanpa stress tambahan
Kriteria Hasil :
a. Anak menentukan dan melakukan aktivitas yang sesuai dengan kemampuan.
b. Anak mendapatkan waktu istirahat/ tidur yang tepat
Intervensi keperawatan/rasional :
a. Berikan periode istirahat yang sering dan periode tidur tanpa gangguan
b. Anjurkan permainan dan aktivitas yang tenang
c. Bantu anak memilih aktivitas yang sesuai dengan usia, kondisi, dan kemampuan.
d. Hindari suhu lingkungan yang ekstrem karena hipertermia atau hipotermia meningkatkan kebutuhan oksigen
e. Implementasikan tindakan untuk menurunkan ansietas
f. Berespons dengan segera terhadap tangisan atau ekspresi lain dari distress.

3. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan b.d ketidakadekuatan oksigen dan nutrient pada jaringan isolasi sosial
Tujuan :
Pasien mengikuti kurva pertumbuahan berat badan dan tinggi badan
Anak mempunyai kesemparan untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang sesuai dengan usia
Kriteria Hasil :
a. Anak mencapai pertumbuahn yang adekuat
b. Anak melakukan aktivitas sesuai usia
c. Anak tidak mengalami isolasi sosial
Intervensi keperawatan/rasional :
a. Beri diet tinggi nutrisi yang seimbang untuk mencapai pertumbuahn yang adekuat
b. Pantau tinggi dan berat badan : gambarkan pada grafik pertumbuhan untuk menentukan kecenderungan pertumbuhan
c. Dapat memberikan suplemen besi untuk mengatasi anemia, bila dianjurkan
d. Dorong aktivitas yang sesuai usia
e. Tekankan bahwa anak mempunyai kebutuhan yang sama terhadap sosialisasi seperti anak yang lain
f. Izinkan anak untuk menata ruangnya sendiri dan batasan aktivitas karena anak akan beristirahat bila lelah
4. Resiko tinggi infeksi b.d status fisik yang lemah
Tujuan :
Klien tidak menunjukkan bukti-bukti infeksi
Kriteria Hasil :
Anak bebas dari infeksi
Intervensi keperawatan/rasional :
a. Hindari kontrak dengan individu yang terinfeksi
b. Beri istirahat yang adekuat
c. Beri nutrisi optimal untuk mendukung pertahanan tubuh alami.

5. Resiko tinggi cedera (komplikasi) b.d kondisi jantung dan terapi
Tujuan :
Klien/keluarga mengenali tanda-tanda komplikasi secara dini
Kriteria Hasil :
a. Keluarga mengenali tanda-tanda komplikasi dan melakukan tindakan yang tepat
b. Klien/keluarga menunjukkan pemahaman tentang test diagnostik dan pembedahan
Intervensi keperawatan/Rasional :
a. Ajari keluarga untuk mengenali tanda-tanda komplikasi
b. Ajari keluarga untuk melakukan intervensi selama serangan hipersianotik
c. Jelaskan atau klarifikasi informasi yang diberikan oleh praktisi dan ahli bedah pada keluarga
d. Siapkan anak dan orang tua untuk membuat keputusan keluarga berkaitan dengan pembedahan
e. Gali perasaan mengenai pilihan pembedahan

6. Perubahan proses keluarga b.d mempunyai anak dengan penyakit jantung (ASD)
Tujuan :
Klien/keluarga mengalami penurunan rasa takut dan ansietas
Klien menunjukkan perilaku koping yang positif
Kriteria Hasil :
Keluarga mendiskusikan rasa takut dan ansietasnya
Keluarga menghadapi gejala anak dengan cara yang positif
Intervensi keperawatan/rasional :
a. Diskusikan dengan orang tua dan anak (bila tepat) tentang ketakutan mereka dan masalah detak jantung dan gejala fisiknya pada anak kerena hal ini sering menyebabkan ansietas/takut
b. Dorong keluarga untuk berpartisipasi dalam perawatan anak selama hospitalisasi untuk memudahkan koping yang lebih baik di rumah
c. Dorong keluarga untuk memasukkan orang lain dalam perawatan anak untuk mencegah kelelahan pada diri mereka sendiri
d. Bantu keluarga dalam menentukan aktivitas fisik dan metode disiplin yang tepat untuk anak


PROSEDUR TINDAKAN KATETERISASI JANTUNG KANAN DAN KIRI
Persiapan alat:
1. Manifold two port 2
2. Blood set 2
3. Pressure line panjang 2
4. Spuit 10 cc 2
5. Spuit 20 cc / 50 cc 1
6. Spuit 2 cc 7
7. Sheat introduser 7F, 6F
8. Mess
9. Balon sizing sesuai ukuran
10. Guide wire 0,035 inchi panjang 150 cm
11. Lidokain 2% 4 ampul
12. NS 0,9% drip heparin 5000 iu (1 cc)
13. Bahan kontras non ionik
14. Kateter sesuai RPA dan Pigtail

Tindakan:
1. ECG pretindakan
2. penderita tidur terlentang di meja operasi
3. Dilakukan desinfeksi daerah inguinal kanan dan kiri dengan betadin 10%
4. Tentukan denyut arteri femoralis kanan
5. Lakukan anestesi lokal pada daerah 2 cm di bawah denyutan arteri femoralis kanan didaerah inguinalis dengan lidokain 2% sebanyak 2-5 cc
6. Lakukan pungsi vena femoralis kanan dengan teknik seldinger, setelah jarum masuk vena femoralis lakukan insersi guide wire pendek, evaluasi dengan fluoroskopi. Setelah posisi guide wire tepat pada lumen vena femoralis kanan, jarum seldinger ditarik keluar dan introduser sheath dimasukan melalui guide wire secara perlahan, evaluasi dengan fluoroskopi.
7. Lakukan aspirasi darah 2 cc, kemudian diflush dengan larutan saline heparin. Masukan kateter multipurpose melalui sheath yang telah terpasang. Lakukan monitoring tekanan dan diikuti fluoroskopi hingga ujung kateter berada pada atrium kanan.
8. Masuk guide wire 0,38 kateter multi purpose 6f sampai RA ke LA hingga ke vana pulmunalis.periksa saturasi di vena pulunalis,rekaman tekanan.kateter ditarik kembaki hingga RA,rekam tekanan
9. Kateter dimasukan ke ventrikel kanan terus ke arteri pulmonalis sampai ke cabang arteri pulmonalis kanan/kiri. Dilakukan rekaman.
10. Dilakukan evaluasi saturasi darah di cabang arteri pulmonalis, kemudian kateter ditarik kembali ke ventrikel kanan (pullback recording), dilakukan evaluasi saturasi di RV. Dan setelah itu kateter ditarik ke atrium kanan (rekam tekanan).
11. Kateter diarahkan ke vena kava superior,saturasi oksigen di SVC di ukur
12. ECG ulang
13. Prosedur selesai.semua kateter dilepas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar